Zidane Puji Dembélé dan Cherki, Dua Pemain Andalan Timnas Prancis

guyonanbola.com – Pelatih Timnas Prancis Zinedine Zidane memberikan perhatian khusus kepada Ousmane Dembélé dan Rayan Cherki. Ia menilai kedua pemain tersebut memiliki kemampuan yang dapat membantu Les Bleus menghadapi persaingan di UEFA Nations League.
Zidane menyampaikan pujian itu menjelang pertandingan Prancis melawan Belgia pada 28 September 2026. Ia menyoroti kualitas teknik, kreativitas, serta kontribusi kedua pemain ketika tim tidak menguasai bola.
Dembélé mendapat perhatian karena pengalaman dan kepemimpinannya. Sementara itu, Cherki menarik perhatian Zidane melalui kemampuan mengatur serangan dan memberikan umpan vertikal.
Pujian tersebut muncul setelah Zidane mengawali tugasnya sebagai pelatih Prancis dengan kemenangan atas Turki.
Zidane Sebut Dembélé Sudah Memiliki Jiwa Pemimpin
Zidane menilai Dembélé memiliki pengaruh besar di ruang ganti Timnas Prancis. Menurutnya, pemain Paris Saint-Germain itu sudah menjalankan peran pemimpin meski tidak selalu mengenakan ban kapten.
Dembélé juga menunjukkan kepedulian terhadap rekan setim. Ia membantu pemain lain dan membawa pengalaman dari berbagai kompetisi.
Zidane ingin memanfaatkan kualitas tersebut untuk menjaga kekompakan skuad.
Selain kepemimpinan, Zidane menyoroti etos kerja Dembélé. Ia menilai sang penyerang memiliki energi besar dan mampu menjalankan tugas menyerang sekaligus membantu tekanan dari lini depan.
Dembélé juga bermain pada posisi yang sama seperti saat membela PSG ketika Prancis menghadapi Turki.
Cherki Punya Kreativitas yang Menarik Perhatian Zidane
Selain Dembélé, Zidane memberikan pujian kepada Rayan Cherki. Gelandang muda tersebut memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi.
Namun, Zidane lebih menyukai Cherki ketika ia mengisi lini tengah. Posisi itu memberi ruang bagi pemain untuk menerima bola di antara lini lawan.
Cherki juga memiliki kemampuan memberikan umpan vertikal. Umpan seperti itu dapat membuka ruang dan mempercepat serangan Prancis.
Zidane menilai kualitas Cherki tidak hanya terletak pada teknik individu. Ia juga memperhatikan kontribusi pemain tanpa bola.
Karena itu, Cherki memiliki peluang untuk menjalankan peran penting dalam skema permainan Prancis.
Prancis Menang atas Turki pada Debut Zidane
Zidane mengawali kiprahnya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan kemenangan 1-0 atas Turki pada 25 September 2026.
Kylian Mbappé mencetak gol kemenangan Les Bleus. Hasil tersebut memberi awal positif bagi Zidane setelah ia kembali menangani tim nasional.
Dalam pertandingan itu, Zidane juga mencoba Manu Koné sebagai gelandang bertahan. Ia menilai Koné mampu menjaga keseimbangan permainan.
Zidane turut mengapresiasi Dembélé. Ia menyukai cara pemain tersebut melakukan tekanan kepada lawan dan membantu tim merebut bola.
Meski meraih kemenangan, Zidane mengakui timnya masih perlu memperbaiki sejumlah aspek. Ia ingin para pemain menjaga keseimbangan ketika menyerang maupun bertahan.
Zidane Minta Pemain Menikmati Permainan
Zidane juga membawa pesan sederhana kepada para pemain. Ia meminta mereka menikmati kesempatan membela Timnas Prancis dan menjaga kebersamaan.
Menurutnya, setiap pemain harus bekerja untuk kepentingan tim. Mereka perlu membantu satu sama lain, terutama ketika kehilangan penguasaan bola.
Pesan tersebut sejalan dengan pendekatan Zidane yang menekankan kerja kolektif.
Ia ingin Prancis bermain agresif saat melakukan tekanan. Namun, tim juga harus menjaga posisi agar lawan tidak mudah melancarkan serangan balik.
Dengan demikian, Zidane tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Ia juga membangun hubungan antarpemain agar strategi berjalan lebih efektif.
Dembélé dan Cherki Masuk dalam Rencana Zidane
Pujian kepada Dembélé dan Cherki menunjukkan perhatian Zidane terhadap pemain yang memiliki kemampuan teknis dan kontribusi kolektif.
Dembélé membawa pengalaman serta energi di lini depan. Sementara itu, Cherki menawarkan kreativitas dari area tengah.
Keduanya dapat memberi pilihan berbeda bagi Zidane ketika menyusun strategi. Namun, persaingan dalam skuad tetap terbuka karena Prancis memiliki banyak pemain berkualitas.
Zidane juga menyoroti Désiré Doué dan Bradley Barcola. Ia menilai kedua pemain muda itu memiliki kecepatan dan kemampuan untuk menciptakan perbedaan dari sisi sayap.
Selain itu, absennya Mbappé akibat masalah lutut membuat Zidane perlu mempertimbangkan sejumlah opsi di lini depan.
Prancis Kalahkan Belgia Lewat Gol Michael Olise
Setelah mengalahkan Turki, Prancis melanjutkan pertandingan dengan menghadapi Belgia pada 28 September 2026.
Zidane melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain. Ia ingin melihat kemampuan sejumlah pemain yang belum mendapat banyak kesempatan.
Prancis akhirnya menang 1-0 di Stadion King Baudouin, Brussel. Michael Olise mencetak gol kemenangan pada menit ke-88.
Olise memulai aksi dari area tengah lapangan. Ia melewati sejumlah pemain Belgia sebelum melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut gawang.
Zidane ikut merayakan gol tersebut dengan penuh semangat. Ia kemudian menilai Prancis tampil baik, termasuk ketika melakukan tekanan dan menjaga penguasaan bola.
Kemenangan itu memperpanjang awal positif Zidane bersama Les Bleus.
Prancis Bersiap Menghadapi Italia
Setelah mengalahkan Turki dan Belgia, Prancis akan menghadapi Italia pada 2 Oktober 2026.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Zidane untuk menguji komposisi skuad.
Dembélé dan Cherki tetap masuk dalam pembahasan karena kualitas mereka memberi pilihan bagi pelatih. Namun, Zidane masih perlu menentukan susunan pemain sesuai kebutuhan pertandingan.
Prancis juga harus menjaga konsistensi permainan. Kemenangan dalam dua laga awal memberi modal bagi tim untuk melanjutkan persaingan di UEFA Nations League.
Zidane kini berfokus membangun tim yang mampu menjaga keseimbangan, bekerja sama, dan memaksimalkan kemampuan setiap pemain.




