Man City Mudah Kebobolan, Kemenangan atas Leipzig Jadi Sorotan

guyonanbola.com – Manchester City kembali menghadapi sorotan tajam setelah memperlihatkan kelemahan pertahanan dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027. Meski meraih kemenangan atas RB Leipzig, The Citizens masih kesulitan mencegah lawan mencetak gol.
Man City mudah kebobolan dalam beberapa pertandingan terakhir meskipun mampu menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang. Kondisi tersebut mulai mengundang kekhawatiran mengenai konsistensi lini belakang mereka.
Manchester City berhasil mengalahkan RB Leipzig dengan skor 3-2 di Red Bull Arena, Rabu (4/11/2026) waktu setempat. Namun, kemenangan tersebut justru memperlihatkan persoalan yang membutuhkan perhatian serius.
Mantan gelandang Manchester United dan Manchester City, Owen Hargreaves, turut menyoroti kelemahan pertahanan The Citizens. Menurutnya, lawan terlalu mudah memanfaatkan peluang untuk mencetak gol.
Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi pelatih Enzo Maresca dalam menjaga persaingan Manchester City sepanjang musim 2026/2027.
Manchester City Menang Dramatis atas RB Leipzig
Manchester City menghadapi perlawanan sengit ketika mengunjungi markas RB Leipzig dalam lanjutan Liga Champions.
The Citizens membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Castello Lukeba pada menit ke-37. Bek Leipzig tersebut gagal menghalau umpan Nico O’Reilly dan justru mengarahkan bola ke gawang sendiri.
Keunggulan Manchester City bertahan hingga babak pertama berakhir. Namun, Leipzig langsung meningkatkan intensitas serangan setelah turun minum.
Ridle Baku berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-49 melalui sepakan dari sisi kanan. Gianluigi Donnarumma gagal mengantisipasi arah bola karena mengira Baku akan mengirimkan umpan silang.
Manchester City kembali memimpin setelah Enzo Fernandez mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-58. Gelandang asal Argentina tersebut memanfaatkan umpan akurat Iliman Ndiaye.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Antonio Nusa kembali menyamakan kedudukan melalui tembakan kaki kiri pada menit ke-61.
Erling Haaland akhirnya memastikan kemenangan Manchester City melalui gol pada menit ke-78. Penyerang asal Norwegia itu memaksimalkan umpan Elliot Anderson untuk membawa timnya menang 3-2.
Meskipun mengamankan tiga poin, Manchester City kembali menunjukkan kelemahan ketika menghadapi serangan cepat lawan.
Man City Mudah Kebobolan dalam Tujuh Pertandingan Beruntun
Masalah pertahanan Manchester City bukan hanya muncul ketika menghadapi RB Leipzig.
The Citizens telah melewati tujuh pertandingan beruntun tanpa mencatatkan clean sheet. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa lawan semakin sering menemukan celah untuk mencetak gol.
Dalam tujuh pertandingan tersebut, Manchester City bahkan harus menerima 14 gol dari berbagai lawan.
Paris Saint-Germain mencetak empat gol ketika mengalahkan Manchester City dengan skor 4-2 pada 14 Oktober 2026.
Setelah itu, Ipswich Town juga mampu mencetak dua gol meskipun Manchester City meraih kemenangan 3-2.
AEK Athens kemudian membobol gawang City sekali dalam pertandingan Liga Champions yang berakhir 5-1.
Masalah serupa muncul ketika Aston Villa meraih kemenangan 2-1 atas Manchester City pada 24 Oktober 2026.
Brighton juga mencetak dua gol dalam pertandingan Carabao Cup sebelum City memenangkan adu penalti. Tiga hari kemudian, Brighton kembali mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0 dalam ajang Liga Inggris.
Dua gol RB Leipzig semakin memperpanjang catatan buruk pertahanan Manchester City.
Rentetan tersebut menunjukkan bahwa lini belakang The Citizens membutuhkan peningkatan koordinasi dan konsentrasi.
Owen Hargreaves Soroti Gol Mudah yang Masuk ke Gawang City
Owen Hargreaves memberikan perhatian khusus terhadap cara Manchester City menerima gol dalam beberapa pertandingan terakhir.
Menurut Hargreaves, Manchester City terlalu sering memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol dengan mudah.
Ia menilai lawan tidak selalu membutuhkan tekanan besar untuk menembus pertahanan The Citizens.
Bahkan, beberapa tim mampu memanfaatkan satu kesempatan untuk langsung mencetak gol.
Hargreaves juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir lawan ketika menghadapi Manchester City.
Situasi tersebut tentu membuat pelatih dan pemain merasa frustrasi, terutama ketika tim sebenarnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Meski demikian, Hargreaves tetap melihat sisi positif dari kemenangan Manchester City atas Leipzig.
The Citizens masih mempunyai kemampuan untuk meraih hasil maksimal dalam pertandingan sulit.
Namun, Manchester City harus segera memperbaiki organisasi pertahanan agar tidak terus bergantung pada produktivitas lini serang.
Gianluigi Donnarumma Ikut Menjadi Sorotan
Gianluigi Donnarumma turut menghadapi kritik setelah Manchester City menerima dua gol dari RB Leipzig.
Kiper asal Italia tersebut melakukan kesalahan antisipasi ketika Ridle Baku mencetak gol penyama kedudukan.
Baku melepaskan bola dari sisi kanan, sementara Donnarumma memperkirakan pemain Leipzig itu akan mengirimkan umpan silang.
Kesalahan membaca arah bola membuat Manchester City kehilangan keunggulan.
Donnarumma sebelumnya juga mendapat sorotan ketika Manchester City menghadapi Aston Villa.
Dalam pertandingan tersebut, Nicolas Jackson mencetak gol kemenangan setelah tembakannya melewati antisipasi sang penjaga gawang.
Meski begitu, Manchester City tidak bisa hanya menyalahkan Donnarumma atas seluruh persoalan pertahanan.
Para bek juga harus meningkatkan komunikasi, menjaga posisi, dan mengantisipasi pergerakan pemain lawan.
Selain itu, lini tengah perlu membantu pertahanan ketika tim kehilangan penguasaan bola.
Kerja sama seluruh pemain menjadi faktor penting untuk mengurangi peluang berbahaya dari lawan.
Enzo Maresca Menghadapi Tantangan Besar
Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, menyadari bahwa timnya masih membutuhkan banyak perbaikan.
Maresca sebelumnya mengakui bahwa kesalahan individu telah merugikan Manchester City dalam sejumlah pertandingan.
Ia juga menyoroti gol-gol sederhana yang sebenarnya mampu timnya cegah.
Menurut Maresca, Manchester City kerap menciptakan peluang bagus, tetapi belum selalu memanfaatkannya secara maksimal.
Kondisi tersebut membuat kesalahan kecil dalam pertahanan mempunyai dampak besar terhadap hasil pertandingan.
Saat menghadapi RB Leipzig, Maresca kembali melihat sejumlah kesulitan ketika lawan meningkatkan tekanan.
Leipzig mempunyai pemain sayap cepat yang mampu mengancam melalui serangan balik.
Maresca menilai Manchester City harus lebih berhati-hati ketika menghadapi perubahan situasi dari menyerang menuju bertahan.
Pelatih asal Italia tersebut tetap menyambut kemenangan atas Leipzig dengan positif. Namun, ia perlu menemukan solusi agar timnya mampu menjaga keseimbangan permainan.
Manchester City membutuhkan organisasi pertahanan yang solid untuk mempertahankan peluang meraih gelar pada musim ini.
Ketergantungan kepada Erling Haaland Perlu Berkurang
Erling Haaland kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu penyerang andalan Manchester City.
Gol kemenangan atas Leipzig menunjukkan kemampuan Haaland dalam memanfaatkan peluang penting.
Penyerang Norwegia tersebut juga terus menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Namun, Manchester City tidak boleh terus mengandalkan ketajaman Haaland untuk menutupi kelemahan lini belakang.
Produktivitas penyerang memang dapat membantu tim meraih kemenangan. Akan tetapi, pertahanan yang rapuh dapat menggagalkan hasil positif.
Manchester City membutuhkan kontribusi seimbang dari seluruh pemain.
Lini tengah harus mengendalikan tempo, sementara para bek wajib menjaga kedisiplinan ketika menghadapi serangan balik.
Pemain sayap juga perlu membantu menjaga keseimbangan tim ketika lawan merebut bola.
Dengan kerja sama yang lebih baik, Manchester City berpeluang mengurangi jumlah gol yang masuk ke gawang mereka.
Manchester City Harus Segera Memperbaiki Pertahanan
Manchester City kini menghadapi jadwal kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi.
The Citizens akan menghadapi Nottingham Forest dalam lanjutan Liga Inggris pada Sabtu, 7 November 2026.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Maresca untuk menunjukkan perkembangan organisasi pertahanan timnya.
Manchester City perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan dan mengurangi kesalahan individu.
Selain itu, para pemain harus memperbaiki koordinasi ketika menghadapi serangan cepat.
Keberhasilan mencatatkan clean sheet dapat meningkatkan kepercayaan diri seluruh anggota tim.
Manchester City sebenarnya masih mempunyai kualitas pemain yang mampu bersaing pada level tertinggi.
Namun, kualitas tersebut harus berjalan seiring dengan kedisiplinan dan keseimbangan permainan.
Kemenangan 3-2 atas RB Leipzig memang memberikan hasil positif bagi perjalanan City di Liga Champions.
Meski demikian, tujuh pertandingan beruntun tanpa clean sheet menjadi peringatan penting bagi The Citizens.
Apabila Manchester City terus kebobolan gol mudah, mereka berisiko kehilangan poin dalam pertandingan berikutnya.
Kini, Enzo Maresca harus memastikan lini pertahanan tampil lebih solid agar Manchester City tetap kompetitif dalam perebutan gelar musim 2026/2027.




