Luka Modric Belum Mau Pensiun dari Timnas Kroasia, Siap Terus Berjuang

guyonanbola.com – Luka Modric kembali menunjukkan loyalitas luar biasa kepada Timnas Kroasia. Usia 41 tahun ternyata belum membuat sang maestro berpikir untuk segera mengakhiri perjalanan internasionalnya.
Modric masih memiliki motivasi besar untuk mengenakan seragam Kroasia. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya merasa bahagia ketika bergabung bersama tim nasional.
Gelandang AC Milan itu tidak ingin menentukan tanggal pasti untuk pensiun. Modric memilih menjalani setiap pertandingan dan melihat situasi dari waktu ke waktu.
Selama pelatih masih menginginkan kehadirannya, Modric siap memberikan tenaga dan pengalamannya untuk Kroasia.
Sikap tersebut kembali memperlihatkan besarnya ikatan Modric dengan negaranya. Ia sudah menjalani perjalanan bersama Kroasia selama sekitar dua dekade.
Modric Masih Bahagia Bersama Timnas Kroasia
Modric tidak melihat tugas bersama tim nasional sebagai beban. Sebaliknya, ia masih menikmati kesempatan untuk memperkuat Kroasia.
Sang kapten juga ingin tetap bersama tim ketika Kroasia menghadapi situasi sulit.
Kroasia baru saja melewati periode berat pada UEFA Nations League 2026. Kekalahan telak dari Inggris memberikan tekanan besar kepada seluruh pemain.
Namun, Modric tidak memilih menjauh dari situasi tersebut. Ia justru mengambil tanggung jawab sebagai kapten dan meminta rekan-rekannya menunjukkan respons yang lebih kuat.
Kroasia kemudian memperlihatkan permainan yang jauh lebih kompetitif ketika menghadapi Spanyol pada 6 Oktober 2026.
Walaupun Kroasia gagal meraih kemenangan, Modric melihat perkembangan positif dari permainan timnya. Ia menilai Kroasia menunjukkan energi, keberanian, dan karakter yang jauh lebih baik.
Belum Tentukan Waktu Pensiun
Pertanyaan mengenai masa depan Modric terus muncul karena faktor usia. Pada September 2026, mantan bintang Real Madrid tersebut menginjak usia 41 tahun.
Namun, Modric tidak ingin menjadikan umur sebagai satu-satunya alasan untuk berhenti.
Ia masih memiliki gairah bermain dan merasa mampu memberikan kontribusi. Karena itu, Modric memilih tidak membuat keputusan secara terburu-buru.
Modric bahkan membuka kemungkinan bertahan selama pelatih masih mempercayainya.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa pertandingan melawan Spanyol di Split pada Oktober 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya bersama Kroasia.
Federasi Sepak Bola Kroasia sebelumnya juga memastikan Modric tetap tersedia untuk memperkuat tim nasional.
Slaven Bilic Masih Membutuhkan Pengalaman Modric
Kehadiran Slaven Bilic sebagai pelatih Kroasia turut membuka babak menarik dalam perjalanan Modric.
Bilic memiliki hubungan panjang dengan sang gelandang. Modric memulai perjalanan awalnya bersama tim senior Kroasia pada 2006.
Kini keduanya kembali bekerja sama.
Bilic menyambut keputusan Modric untuk terus memperkuat Kroasia dengan sangat positif. Sang pelatih memahami pengaruh besar Modric, baik ketika bermain maupun ketika berada di ruang ganti.
Modric menawarkan sesuatu yang sulit Kroasia temukan dari pemain lain. Ia memiliki pengalaman, ketenangan, visi permainan, serta kemampuan mengontrol tempo.
Selain itu, pemain muda Kroasia juga bisa belajar langsung dari salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
Lebih dari 200 Penampilan Bersama Kroasia
Perjalanan Modric bersama Kroasia mencatatkan sejarah luar biasa.
Ia sudah melewati angka 200 pertandingan internasional. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Timnas Kroasia.
Hingga awal Oktober 2026, Modric bahkan terus menambah jumlah pertandingan internasionalnya.
Namun, kontribusi Modric tidak hanya terlihat melalui statistik.
Ia memimpin generasi emas Kroasia dalam berbagai turnamen besar. Kroasia mencapai final Piala Dunia 2018 dan meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 2022.
Modric menjadi pusat permainan dalam perjalanan tersebut.
Prestasinya bersama Kroasia juga membantu mengangkat namanya ke level tertinggi sepak bola dunia. Ia memenangkan Ballon d’Or pada 2018 setelah menjalani tahun yang luar biasa.
Usia 41 Tahun Tidak Menghilangkan Ambisi
Banyak pemain sudah meninggalkan sepak bola internasional jauh sebelum mencapai usia Modric.
Namun, Modric menjalani jalur berbeda.
Ia menjaga kondisi fisik, membaca permainan dengan cerdas, dan mengandalkan kemampuan teknis untuk tetap bersaing.
Modric juga masih bermain di level tinggi bersama AC Milan. Klub Italia tersebut memperpanjang kontraknya hingga Juni 2027.
Situasi itu menunjukkan bahwa Modric masih memiliki kemampuan untuk bersaing di sepak bola elite.
Ia memang tidak selalu bermain selama 90 menit. Namun, kualitasnya tetap memberikan pengaruh ketika tim membutuhkan kontrol permainan.
Pengalaman panjang juga membantu Modric menentukan posisi dan mengambil keputusan dengan cepat.
Modric Tetap Menjadi Pemimpin Kroasia
Kroasia sekarang mulai menjalani proses regenerasi. Sejumlah pemain muda perlahan mengambil peran lebih besar dalam tim.
Namun, regenerasi tidak berarti Kroasia harus langsung kehilangan seluruh pemain senior.
Modric bisa menjadi penghubung antara generasi lama dan generasi baru.
Ia dapat membantu pemain muda memahami tekanan pertandingan internasional. Pengalamannya dalam Piala Dunia, Euro, Nations League, dan berbagai laga besar menawarkan pelajaran berharga.
Karakter kepemimpinan Modric juga masih memiliki nilai penting.
Ia tidak hanya berbicara ketika Kroasia meraih kemenangan. Modric juga tampil ke depan ketika tim mengalami hasil buruk.
Sikap tersebut terlihat setelah Kroasia menjalani periode sulit pada Oktober 2026.
Kroasia Masih Bisa Mengandalkan Sang Maestro
Keputusan Modric untuk terus bermain memberikan keuntungan besar bagi Kroasia.
Namun, sang gelandang juga memahami bahwa masa depannya bergantung pada kondisi tubuh, performa, serta keputusan pelatih.
Modric tidak ingin membuat janji mengenai kapan ia akan berhenti.
Ia hanya ingin menikmati setiap kesempatan yang datang.
Selama Kroasia masih membutuhkan kemampuannya, Modric siap menjawab panggilan tersebut.
Bagi penggemar Kroasia, keputusan ini tentu menghadirkan kabar menggembirakan. Mereka masih bisa melihat sang kapten memimpin lini tengah Vatreni.
Pada usia 41 tahun, Modric tetap memperlihatkan sesuatu yang sudah menjadi ciri khasnya selama bertahun-tahun: profesionalisme, loyalitas, dan semangat kompetitif.
Masa pensiun memang semakin dekat secara alami. Namun, Modric belum ingin menentukan kapan perjalanan itu harus berakhir.
Untuk sekarang, sang maestro masih memilih bertahan.
Selama Timnas Kroasia masih menginginkannya, Luka Modric siap mengenakan seragam kebanggaan negaranya dan kembali berjuang di lapangan.




