Como Hajar RB Leipzig 4-1 di Debut UCL, Cesc Fabregas Ingatkan Tim Tetap Rendah Hati

guyonanbola.com – Como 1907 memulai perjalanan bersejarah di Liga Champions 2026/27 dengan cara luar biasa. Klub Italia itu menghajar RB Leipzig 4-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Como baru pertama kali tampil dalam kompetisi antarklub paling elite di Eropa. Namun, Cesc Fabregas tidak ingin para pemainnya kehilangan fokus setelah malam bersejarah tersebut.
Fabregas justru meminta skuad Como menjaga kerendahan hati. Ia memahami euforia besar sedang menyelimuti klub, pemain, dan pendukung.
Namun, pelatih asal Spanyol itu ingin para pemain segera mengalihkan perhatian menuju pertandingan berikutnya.
Como memang tampil meyakinkan sepanjang pertandingan melawan Leipzig. Pasukan Fabregas memainkan sepak bola cepat, agresif, dan efektif sejak menit awal.
UEFA mencatat Martin Baturina membuka keunggulan Como pada menit ke-15. Tasos Douvikas kemudian menambah gol sebelum turun minum. Assane Diao mencetak gol ketiga setelah jeda. Máximo Perrone menutup pesta gol pada menit ke-90.
Como Langsung Berani Menekan Leipzig
Status sebagai tim debutan tidak membuat Como bermain hati-hati. Fabregas meminta anak asuhnya menjalankan permainan mereka sejak peluit awal.
Como mengandalkan pergerakan cepat dan kombinasi pendek untuk merusak struktur pertahanan Leipzig. Strategi tersebut langsung menghasilkan gol pertama.
Baturina memainkan peran penting dalam serangan Como. Gelandang asal Kroasia itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membantu tim mengatur tempo permainan.
Douvikas kemudian memperbesar keunggulan setelah Como kembali menemukan ruang di pertahanan lawan.
Leipzig mencoba meningkatkan tekanan setelah turun minum. Namun, Como tetap berani memainkan bola dan mencari peluang melalui serangan balik.
Diao memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol ketiga. Leipzig kemudian memperkecil skor melalui Andrija Maksimović.
Fabregas merespons perubahan permainan Leipzig dengan menyesuaikan organisasi timnya. Ia ingin Como menjaga kontrol ketika para pemain mulai kehilangan energi.
Perrone akhirnya mencetak gol keempat menjelang pertandingan berakhir. Como pun mengakhiri malam bersejarah dengan kemenangan 4-1.
Cesc Fabregas Tidak Mau Como Terlena
Kemenangan besar tentu memberikan kebahagiaan kepada seluruh elemen Como. Fabregas bahkan menyebut pertandingan tersebut sebagai malam bersejarah bagi klub dan para pendukung.
Ia menilai para penggemar Como akan mengingat pertandingan itu dalam waktu yang sangat lama. Como akhirnya menikmati panggung tertinggi Eropa setelah menjalani perjalanan panjang.
Namun, Fabregas langsung mengingatkan pemain tentang tantangan yang menunggu sepanjang musim.
Pelatih berusia 39 tahun tersebut meminta pemain menjaga mentalitas dan kerendahan hati. Ia tidak ingin euforia Liga Champions mengganggu performa Como di kompetisi domestik.
Fabregas menegaskan bahwa Como harus mampu memberikan energi maksimal setiap tiga hari. Jadwal padat akan menguji kedalaman skuad, fisik, dan konsentrasi pemain.
Ia juga menempatkan Serie A sebagai bagian penting dalam perjalanan Como. Kompetisi tersebut memberi kesempatan kepada klub untuk kembali mengejar tiket Liga Champions musim berikutnya.
Serie A Tetap Memegang Peran Penting
Fabregas memahami daya tarik Liga Champions sangat besar. Para pemain muda tentu ingin menikmati atmosfer pertandingan melawan klub terbaik Eropa.
Namun, Como tidak boleh mengabaikan Serie A.
Como mengawali musim liga dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Hasil tersebut menunjukkan konsistensi tim sebelum mereka membuka perjalanan Liga Champions.
Como selanjutnya akan menjamu Parma dalam lanjutan Serie A. Fabregas ingin timnya langsung mengalihkan konsentrasi menuju laga tersebut.
Pertandingan melawan Parma akan menguji mentalitas Como setelah kemenangan besar di Eropa.
Fabregas tentu ingin melihat respons pemainnya. Ia ingin Como menunjukkan intensitas yang sama meski pertandingan berlangsung di kompetisi domestik.
Mentalitas seperti itu sangat penting bagi klub yang ingin bersaing sepanjang musim.
Perjalanan Luar Biasa Como Menuju Liga Champions
Keberhasilan Como tampil di Liga Champions menunjukkan perkembangan besar klub dalam beberapa tahun terakhir.
Como masih bermain di Serie D pada 2019. Klub tersebut kemudian terus berkembang hingga kembali menuju kasta tertinggi sepak bola Italia.
Musim lalu, Como menempati posisi keempat Serie A. Hasil itu membawa klub menuju Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Fabregas memainkan peran penting dalam perkembangan tersebut.
Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu membawa filosofi permainan yang berani. Ia ingin pemain Como menguasai bola, membangun serangan, dan beradaptasi dengan situasi pertandingan.
Pendekatan itu mulai menghasilkan perkembangan besar.
Kemenangan 4-1 atas Leipzig memberikan bukti terbaru. Como tidak sekadar datang untuk menikmati pengalaman Liga Champions.
Mereka datang dengan kemampuan untuk bersaing.
Tantangan Como Masih Sangat Panjang
Satu kemenangan tentu belum menjamin perjalanan mudah bagi Como.
Format liga Liga Champions akan mempertemukan pasukan Fabregas dengan sejumlah lawan berat. Como masih harus menghadapi Feyenoord, Manchester United, Lens, AEK Athens, Real Betis, Paris Saint-Germain, dan Barcelona.
Daftar tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang menunggu.
Fabregas tentu memahami situasi itu. Karena alasan tersebut, ia terus menekankan fokus, disiplin, dan kerendahan hati.
Kemenangan atas Leipzig memberikan awal sempurna. Namun, Como masih memiliki perjalanan panjang di Eropa dan Italia.
Para pemain sekarang harus membuktikan bahwa kemenangan besar tersebut bukan sekadar kejutan satu malam.




