Kevin Diks Bersinar di Conference League, Maarten Paes Ikuti Jejaknya

guyonanbola.com – Kevin Diks pernah mencuri perhatian di UEFA Conference League. Kini, Maarten Paes mendapat kesempatan mengikuti jejak kompatriotnya tersebut bersama Ajax Amsterdam.
Ajax memastikan tempat di fase liga UEFA Conference League 2026/2027 setelah melewati babak kualifikasi. Klub asal Belanda itu mengalahkan FC Sion dengan agregat 9-5.
Maarten Paes ikut membantu perjalanan Ajax sejak babak kualifikasi. Ia tampil dalam empat pertandingan dan mencatat 360 menit bermain. Dalam empat laga tersebut, Ajax meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Namun, Paes tidak tampil pada leg kedua melawan Sion. Pelatih Ajax memilih Marc-André ter Stegen sebagai penjaga gawang utama. Ajax kemudian menang 5-3 dan memastikan tiket menuju fase liga.
Kini, Paes memiliki peluang baru untuk tampil dalam kompetisi Eropa.
Kevin Diks Punya Rekam Jejak Kuat
Kevin Diks sudah lebih dulu merasakan persaingan sengit di Conference League. Saat memperkuat FC Copenhagen, bek Timnas Indonesia itu tampil konsisten dalam kompetisi tersebut.
Diks mencatat 15 penampilan pada Conference League 2024/2025. Ia mencetak enam gol dan memberikan satu assist.
Catatan tersebut tergolong luar biasa bagi seorang bek. Diks bahkan menjadi salah satu pemain penting Copenhagen dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa.
Data UEFA juga mencatat Diks sebagai salah satu pencetak gol terbanyak Copenhagen di Conference League. Ia mengoleksi total 10 gol dalam 27 penampilan sepanjang kariernya di kompetisi tersebut.
Karena itu, pengalaman Diks dapat menjadi gambaran bagi Paes. Keduanya sama-sama membawa nama Indonesia dalam kompetisi antarklub Eropa.
Paes Sudah Tampil di Babak Kualifikasi
Maarten Paes tidak langsung menunggu fase liga. Ia sudah turun sejak babak kualifikasi.
Paes tampil saat Ajax menghadapi Vojvodina pada putaran kedua kualifikasi. Ajax menang 4-1 pada dua pertandingan.
Setelah itu, Paes kembali menjaga gawang Ajax ketika menghadapi Shelbourne. Ajax menang 3-1 pada leg pertama.
Pada leg kedua, kedua tim bermain imbang 2-2. Hasil tersebut tetap membawa Ajax melaju ke babak berikutnya.
Paes kemudian menjaga gawang Ajax saat menghadapi Sion pada leg pertama play-off. Ajax menang 4-2 di markas Sion.
Catatan itu menunjukkan bahwa Paes sudah mendapatkan kepercayaan dalam perjalanan Ajax menuju fase liga. Ia juga mengumpulkan pengalaman penting menghadapi lawan dari berbagai negara Eropa.
Ter Stegen Jadi Pesaing Paes
Perjalanan Paes menuju posisi utama tidak berjalan mudah. Ajax memiliki Marc-André ter Stegen sebagai pesaing di bawah mistar.
Situasi tersebut membuat persaingan kiper Ajax semakin menarik. Paes sudah tampil dalam empat pertandingan Conference League, tetapi ter Stegen mendapat kesempatan pada leg kedua melawan Sion.
Ter Stegen kemudian tampil saat Ajax menang 5-3. Hasil tersebut memastikan Ajax lolos ke fase liga.
Paes harus memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. Ia juga perlu menjaga konsistensi dalam latihan dan pertandingan domestik.
Persaingan internal tersebut dapat membantu Paes meningkatkan level permainannya. Selain itu, pengalaman menghadapi kiper kelas dunia seperti ter Stegen dapat memberikan keuntungan bagi perkembangan kariernya.
Ajax Dapat Lawan Berat
Undian fase liga Conference League 2026/2027 memberikan tantangan menarik bagi Ajax. Klub Belanda itu akan menghadapi Atalanta, Getafe, dan Thun di kandang.
Ajax kemudian menghadapi Midtjylland, Sint-Truiden, dan Hajduk Split dalam pertandingan tandang.
Atalanta menjadi salah satu lawan paling berat dalam daftar tersebut. Klub Italia itu memiliki pengalaman kuat di kompetisi Eropa.
Getafe juga dapat memberikan tekanan besar kepada Ajax. Sementara itu, Midtjylland dan Hajduk Split dapat menghadirkan pertandingan sulit ketika Ajax bermain di luar kandang.
Situasi tersebut membuat fase liga menjadi ujian penting bagi Paes.
Paes Bisa Tulis Cerita Baru
Kevin Diks sudah meninggalkan jejak kuat di Conference League. Kini Paes memiliki peluang untuk menciptakan cerita sendiri.
Paes memiliki posisi yang berbeda dengan Diks. Diks berperan sebagai bek, sedangkan Paes menjaga gawang.
Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama. Mereka ingin tampil konsisten bersama klub Eropa dan membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Jika Paes mendapat kepercayaan dari pelatih, ia dapat menghadapi sejumlah klub menarik. Pengalaman tersebut juga dapat membantu Paes menghadapi pertandingan internasional bersama Timnas Indonesia.
Performa Paes Jadi Sorotan
Performa Paes selama kualifikasi memberikan modal positif. Ia mencatat 360 menit dalam empat pertandingan.
Ajax juga mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang ketika Paes bermain. Ia kebobolan lima gol dalam periode tersebut.
Angka tersebut menunjukkan kontribusi Paes dalam perjalanan Ajax. Namun, persaingan dengan ter Stegen tetap membuat posisinya belum aman.
Paes harus terus menunjukkan kemampuan dalam mengantisipasi serangan. Ia juga perlu menjaga komunikasi dengan lini belakang.
Sebagai penjaga gawang modern, Paes juga perlu membantu Ajax membangun serangan dari belakang. Kemampuan menggunakan kaki dapat menjadi faktor penting dalam sistem permainan Ajax.
Conference League Jadi Panggung Penting
Conference League memberikan kesempatan besar bagi Paes untuk mendapatkan pengalaman Eropa. Ia dapat menghadapi gaya bermain dari berbagai negara.
Pengalaman tersebut juga dapat meningkatkan mental bertanding. Paes akan menghadapi tekanan dari suporter dan pertandingan dengan tempo tinggi.
Selain itu, setiap penampilan dapat membantu Paes memperkuat reputasinya. Konsistensi dalam kompetisi Eropa dapat membuka peluang lebih besar pada masa depan.
Kevin Diks sudah membuktikan hal tersebut. Ia mampu mencetak banyak gol meski bermain sebagai bek.
Kini Paes memiliki tantangan berbeda. Ia harus menjaga gawang Ajax sekaligus bersaing dengan kiper berpengalaman seperti ter Stegen.
Peluang Paes Masih Terbuka
Ajax memiliki jadwal panjang pada musim 2026/2027. Karena itu, Paes masih memiliki banyak peluang untuk tampil.
Rotasi pemain juga dapat membuka kesempatan bagi sang kiper. Cedera, jadwal padat, dan kebutuhan taktik dapat memengaruhi keputusan pelatih.
Paes hanya perlu menjaga kesiapan. Ia harus tampil maksimal setiap kali mendapat kesempatan.
Jika pelatih kembali menunjuk Paes sebagai starter dalam Conference League, pertandingan tersebut dapat menjadi panggung penting bagi kariernya.
Mampukah Paes Ikuti Jejak Diks?
Kevin Diks sudah memberikan contoh positif melalui penampilannya di Conference League. Ia mencatat enam gol dan satu assist pada musim 2024/2025 bersama Copenhagen.
Sementara itu, Paes sudah melewati perjalanan kualifikasi bersama Ajax. Ia juga memiliki kesempatan menghadapi enam lawan berbeda pada fase liga.
Karena itu, peluang Paes untuk mengikuti jejak Diks cukup terbuka. Namun, ia harus memenangkan persaingan posisi terlebih dahulu.
Ajax memiliki target besar di kompetisi Eropa. Paes pun harus menjaga fokus agar bisa mendapatkan menit bermain.
Jika kesempatan datang, Paes perlu menjawabnya dengan performa terbaik. Dengan begitu, ia dapat mengikuti jejak Diks sekaligus memperkuat nama Indonesia di panggung sepak bola Eropa.
Conference League 2026/2027 akhirnya menghadirkan cerita menarik bagi sepak bola Indonesia. Diks sudah lebih dulu menorehkan prestasi, sedangkan Paes kini menunggu kesempatan berikutnya bersama Ajax.




