MU Terlalu Pasif Lawan Fulham, Carrick Bantah Kritik Gary Neville

guyonanbola.com – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Premier League. Setan Merah hanya bermain imbang 1-1 saat menghadapi Fulham di Craven Cottage pada 20 September 2026.
Hasil tersebut memperpanjang sorotan terhadap performa MU pada awal musim. Tim Michael Carrick baru mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan.
Permainan MU juga mendapat kritik dari sejumlah pengamat. Gary Neville menyoroti sikap tim yang terlihat kurang agresif dalam beberapa fase pertandingan.
Namun, Carrick punya pandangan berbeda. Manajer MU itu membantah timnya bermain terlalu pasif.
MU Gagal Menang di Markas Fulham
Manchester United sebenarnya menguasai lebih banyak bola dalam pertandingan tersebut. MU mencatat sekitar 56 persen penguasaan bola.
Setan Merah juga melepaskan lebih banyak tembakan. MU mencatat 25 percobaan dengan tujuh tembakan mengarah ke gawang.
Sebagai perbandingan, Fulham mencatat 12 percobaan dan enam tembakan tepat sasaran.
Statistik tersebut menunjukkan MU mampu menguasai sejumlah aspek pertandingan. Namun, dominasi itu belum mampu menghasilkan kemenangan.
Fulham justru membuka keunggulan setelah turun minum. Kesalahan Lisandro Martinez membuat bola masuk ke gawang sendiri.
MU kemudian meningkatkan tekanan. Matheus Cunha akhirnya menyelamatkan tim lewat gol pada menit ke-89.
Gol tersebut mencegah MU menelan kekalahan ketiga secara beruntun di semua kompetisi.
Gary Neville Kritik Permainan MU
Gary Neville melihat persoalan MU bukan hanya soal hasil. Legenda Manchester United itu menyoroti cara tim bermain.
Neville menilai MU tampil tanpa urgensi yang cukup. Ia terutama menyoroti periode awal babak kedua.
Fulham langsung mendapat ruang untuk menyerang. MU terlihat kesulitan merespons perubahan tempo tersebut.
Neville bahkan memberikan kritik keras terhadap penampilan MU. Ia menilai tim terlalu lambat dalam merespons situasi pertandingan.
Kritik itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pendekatan Carrick. Apalagi MU juga mengalami kesulitan dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Carrick Bantah MU Bermain Pasif
Michael Carrick tidak sepakat dengan kritik tersebut. Ia menilai MU tidak bermain terlalu pasif sepanjang pertandingan.
Carrick melihat timnya menguasai sebagian besar babak pertama. Ia juga mengingatkan bahwa MU bermain dalam kompetisi dengan tingkat persaingan tinggi.
Menurut Carrick, sebuah tim tidak mungkin terus menyerang sepanjang pertandingan. Lawan juga memiliki kemampuan untuk mengambil kendali.
Carrick mengakui MU sempat kehilangan kendali. Namun, ia tidak menganggap kondisi tersebut sebagai bukti bahwa tim bermain pasif.
Pernyataan itu menunjukkan perbedaan pandangan antara Carrick dan Neville. Carrick melihat pertandingan secara lebih menyeluruh, sedangkan Neville menyoroti fase tertentu yang menurutnya menunjukkan masalah intensitas.
MU Sering Menaikkan Tempo Setelah Tertinggal
Salah satu persoalan MU muncul ketika tim membutuhkan gol. Setan Merah baru meningkatkan tekanan setelah Fulham mencetak gol.
Situasi itu membuat MU terlihat lebih agresif pada fase akhir pertandingan. Para pemain mulai bergerak lebih cepat dan mengirim lebih banyak bola ke area pertahanan Fulham.
Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan gol Cunha. Tendangannya mengenai pemain Fulham sebelum masuk ke gawang.
Gol itu memberi MU satu poin. Namun, proses menuju gol tersebut kembali memunculkan pertanyaan tentang intensitas permainan sejak awal.
MU perlu menemukan cara untuk mempertahankan tekanan tanpa harus menunggu situasi sulit.
Hasil MU Masih Jauh dari Harapan
Manchester United kini hanya mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan Premier League. Catatan tersebut menunjukkan awal musim yang belum sesuai harapan.
MU sebelumnya kalah dari Hull City. Setelah itu, mereka menang atas Ipswich Town.
Setan Merah kemudian bermain imbang melawan Everton. Mereka juga kalah dari Manchester City dalam Derby Manchester.
Hasil imbang melawan Fulham menambah satu poin. Namun, MU belum mampu membangun rangkaian kemenangan.
Kondisi tersebut membuat Carrick mendapat sorotan lebih besar. Ia harus menemukan solusi sebelum performa tim semakin tidak konsisten.
Lini Tengah Masih Jadi Perhatian
Permainan MU juga memperlihatkan persoalan di lini tengah. Kobbie Mainoo dan Youri Tielemans belum mampu mengendalikan permainan secara konsisten.
Fulham sempat menemukan ruang melalui lini tengah. Situasi itu membuat MU kesulitan menjaga tekanan ketika kehilangan bola.
Carrick tentu perlu mencari keseimbangan. MU membutuhkan gelandang yang mampu mengalirkan bola sekaligus menjaga struktur ketika lawan menyerang.
Bruno Fernandes juga memegang peran penting dalam situasi tersebut. Kapten MU harus membantu tim menciptakan peluang sekaligus meningkatkan tempo serangan.
Sementara itu, Matheus Cunha kembali menunjukkan perannya. Gol pada menit akhir membuat MU terhindar dari kekalahan.
Cunha Selamatkan MU
Matheus Cunha menjadi salah satu pemain penting dalam pertandingan melawan Fulham. Penyerang Brasil itu mencetak gol pada menit ke-89.
Gol tersebut mengubah situasi MU. Setan Merah sebelumnya menghadapi ancaman kekalahan setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez.
Cunha memanfaatkan peluang pada fase akhir. Tembakannya mengenai pemain Fulham dan berubah arah menuju gawang.
MU akhirnya membawa pulang satu poin dari Craven Cottage.
Meski begitu, gol tersebut tidak menghapus persoalan yang muncul sepanjang pertandingan. Carrick tetap perlu memperbaiki permainan tim.
Carrick Punya Pekerjaan Rumah
Manchester United sekarang memasuki periode penting. Tim harus meningkatkan agresivitas tanpa kehilangan struktur permainan.
Carrick juga perlu membuat pemain lebih konsisten dalam menjaga tempo. MU tidak bisa hanya mengandalkan tekanan pada akhir pertandingan.
Selain itu, lini tengah perlu memberikan dukungan lebih besar kepada lini depan. Para penyerang membutuhkan suplai bola yang lebih cepat.
Pertahanan juga perlu meningkatkan konsentrasi. Kesalahan sendiri seperti gol bunuh diri Martinez membuat pekerjaan MU semakin berat.
Dengan demikian, Carrick menghadapi beberapa pekerjaan rumah. Ia perlu menemukan formula yang membuat MU lebih stabil dalam setiap pertandingan.
MU Harus Segera Menemukan Respons
Hasil melawan Fulham memberi MU satu poin. Namun, performa tersebut tetap membuka ruang evaluasi.
Kritik Neville menunjukkan perhatian terhadap intensitas permainan. Sementara itu, Carrick mempertahankan pandangannya bahwa MU tidak bermain terlalu pasif.
Perbedaan pendapat tersebut membuat pertandingan Fulham menarik untuk dianalisis. Statistik menunjukkan MU menciptakan lebih banyak peluang, tetapi permainan belum menghasilkan kemenangan.
Karena itu, MU perlu meningkatkan efektivitas. Penguasaan bola dan jumlah tembakan harus berjalan bersama dengan kualitas peluang.
Pada akhirnya, Carrick harus memastikan tim tidak hanya bereaksi ketika tertinggal. MU perlu mengambil inisiatif sejak awal dan menjaga tekanan lebih lama.
Hasil imbang 1-1 juga menjadi pengingat bagi Manchester United. Tim membutuhkan konsistensi agar bisa memperbaiki posisi di Premier League.
Sementara itu, Cunha memberikan sedikit angin segar melalui gol penyelamatnya. Kini, perhatian tertuju pada cara Carrick merespons kritik dan memperbaiki permainan MU pada pertandingan berikutnya.




