Inggris Tertinggal Jauh dari Spanyol? Ini Kata Anthony Gordon

guyonanbola.com – Perdebatan soal jarak Inggris dengan Spanyol kembali muncul setelah pertemuan kedua tim di UEFA Nations League. Spanyol menang 3-2 atas Inggris di Wembley pada Sabtu, 26 September 2026.
Hasil itu memang memberi Spanyol tiga poin. Namun, skor tersebut juga menunjukkan persaingan yang cukup ketat.
Inggris bahkan mampu memberi tekanan besar dalam pertandingan. Harry Kane dan Anthony Gordon mencetak gol untuk The Three Lions.
Spanyol kemudian menemukan momentum pada babak kedua. Lamine Yamal membuka skor pada awal laga. Inggris lalu membalikkan keadaan sebelum Spanyol kembali unggul.
Mikel Oyarzabal akhirnya mencetak gol penentu kemenangan La Roja.
Karena itu, hasil tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa Inggris tertinggal jauh dari Spanyol dalam semua aspek. Kedua tim justru menunjukkan karakter permainan yang berbeda.
Anthony Gordon Soroti Perbedaan Sepak Bola
Anthony Gordon punya pandangan menarik mengenai perbedaan tersebut. Pemain Barcelona itu melihat langsung karakter sepak bola Spanyol setelah pindah dari Newcastle United.
Gordon menilai pemain Spanyol punya kemampuan khusus dalam mengontrol pertandingan lewat penguasaan bola. Menurutnya, kemampuan itu muncul dari kebiasaan dan budaya sepak bola yang mereka jalani sejak usia muda.
Ia juga melihat perbedaan dalam pengambilan keputusan ketika pemain Spanyol menguasai bola. Mereka mampu membaca ruang dan menentukan pilihan dengan sangat cepat.
Gordon mengaku sering terkejut melihat keputusan pemain Spanyol ketika berada dalam tekanan.
Menurutnya, kemampuan tersebut tidak mudah Inggris tiru begitu saja. Ia bahkan mempertanyakan apakah Inggris bisa mencapai level yang sama dalam mengontrol pertandingan.
Namun, Gordon tidak mengatakan bahwa pemain Inggris memiliki kualitas yang lebih rendah. Justru sebaliknya, ia menilai kedua negara punya karakter masing-masing.
Inggris Tidak Perlu Meniru Spanyol
Gordon kemudian menyampaikan pesan yang lebih penting. Ia meminta Inggris berhenti terlalu sering membandingkan diri dengan negara lain.
Menurut Gordon, Inggris memiliki kekuatan yang berbeda. Pemain Inggris punya kecepatan, kekuatan fisik, kemampuan duel, dan permainan langsung.
Karena itu, The Three Lions tidak perlu mengubah seluruh identitas mereka demi mengejar gaya Spanyol.
Gordon melihat masalah ketika Inggris mencoba membuat pemain mereka bermain seperti pemain Spanyol. Ia menilai pendekatan tersebut bisa menghilangkan kelebihan yang sebenarnya sudah Inggris miliki.
Pendapat itu juga mendapat dukungan dari Harry Kane. Kapten Inggris tersebut mengakui bahwa sepak bola Spanyol tumbuh dari budaya yang mereka bangun sejak usia muda.
Kane juga menilai Inggris memiliki keunggulan sendiri. Kecepatan, kekuatan, tekanan tinggi, dan kemampuan memenangkan duel menjadi bagian penting dari karakter mereka.
Dengan begitu, Inggris bisa mengambil pelajaran dari Spanyol tanpa harus menyalin seluruh sistem permainan La Roja.
Kekalahan 2-3 Tidak Menunjukkan Jarak Besar
Pertandingan di Wembley memberikan gambaran menarik. Spanyol memang menang 3-2, tetapi Inggris mampu menciptakan perlawanan serius.
Inggris sempat membalikkan keadaan setelah Spanyol mencetak gol lebih dulu. Situasi itu menunjukkan bahwa tim asuhan Thomas Tuchel tetap mampu memberi tekanan kepada juara dunia tersebut.
Spanyol kemudian mengubah jalannya pertandingan pada babak kedua. Pengalaman dan ketenangan mereka membantu La Roja kembali menemukan celah.
Harry Kane juga mendapat peluang besar melalui tendangan penalti. Namun, peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Selanjutnya, Spanyol memanfaatkan kesempatan mereka dengan lebih baik. Oyarzabal mencetak gol yang membawa tim tamu kembali unggul.
Hasil akhir 3-2 memang menguntungkan Spanyol. Akan tetapi, selisih satu gol membuat pertandingan berjalan jauh dari kesan timpang.
Ranking FIFA Juga Menunjukkan Persaingan
Perbandingan peringkat FIFA terbaru juga menarik. Spanyol berada di posisi pertama dalam pembaruan tidak resmi setelah rangkaian pertandingan September.
Inggris berada di posisi keempat. Artinya, kedua negara masih berada dalam kelompok elite sepak bola dunia.
Spanyol memang memiliki posisi lebih tinggi. Namun, Inggris tetap berada di empat besar.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Inggris bukan tim yang tertinggal jauh dalam ukuran performa internasional. Perbedaan peringkat juga tidak bisa menggambarkan seluruh aspek permainan.
Selain itu, kedua tim baru saja menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi. Inggris mampu mencetak dua gol ke gawang Spanyol.
Karena itu, perdebatan sebaiknya tidak berhenti pada angka peringkat atau hasil satu pertandingan.
Spanyol Unggul dalam Kontrol Permainan
Spanyol memang memiliki keunggulan tertentu dalam mengatur tempo pertandingan. Para pemain mereka terbiasa menjaga bola dan mencari ruang melalui operan pendek.
Pedri, Rodri, dan pemain lain membantu Spanyol menjaga struktur permainan. Mereka juga mampu mengubah tempo ketika lawan mulai memberikan tekanan.
Lamine Yamal memberi dimensi lain melalui kemampuan individu. Pemain Barcelona tersebut dapat membuka ruang melalui akselerasi dan pergerakan di sisi lapangan.
Karakter seperti itu membuat Spanyol mampu menguasai pertandingan dalam periode tertentu.
Namun, Inggris memiliki pendekatan berbeda. The Three Lions dapat memainkan bola secara langsung dan memanfaatkan kecepatan pemain depan.
Harry Kane juga memberi opsi melalui duel fisik dan penyelesaian akhir. Sementara itu, Gordon menawarkan kecepatan ketika Inggris menyerang ruang kosong.
Jadi, kedua tim tidak harus memainkan sepak bola dengan pola yang sama.
Thomas Tuchel Punya Tantangan Sendiri
Thomas Tuchel kini menghadapi tugas untuk menemukan keseimbangan. Inggris perlu meningkatkan kemampuan mengontrol pertandingan tanpa kehilangan kekuatan khas mereka.
Pertandingan melawan Spanyol memberikan pelajaran penting. Inggris mampu memberi tekanan, tetapi mereka juga harus lebih konsisten ketika menghadapi tim yang mampu menguasai bola.
Selain itu, Inggris perlu meningkatkan pengambilan keputusan pada momen penting. Peluang penalti Kane menjadi salah satu contoh kecil dari detail yang bisa menentukan pertandingan besar.
Di sisi lain, lini pertahanan juga perlu menjaga konsentrasi. Spanyol menunjukkan kemampuan memanfaatkan kesalahan kecil dalam pertandingan.
Karena itu, Tuchel tidak harus mengubah Inggris menjadi Spanyol versi lain. Ia perlu menemukan formula yang cocok dengan karakter pemain Inggris.
Inggris Tidak Harus Menjadi Spanyol
Pernyataan Gordon sebenarnya membawa pesan yang cukup jelas. Inggris boleh belajar dari Spanyol, tetapi mereka tidak harus menjadi seperti Spanyol.
Spanyol punya tradisi permainan penguasaan bola yang kuat. Inggris memiliki sejarah permainan yang lebih mengandalkan tempo, duel, kecepatan, dan serangan langsung.
Kedua pendekatan tersebut bisa menghasilkan keberhasilan jika pemain menjalankannya dengan tepat.
Hasil di Wembley juga menunjukkan hal itu. Spanyol menang 3-2, tetapi Inggris tetap mampu mencetak dua gol dan memberikan perlawanan sampai akhir.
Jadi, pertanyaan apakah Inggris tertinggal jauh dari Spanyol tidak memiliki jawaban sederhana. Spanyol saat ini memiliki hasil dan posisi yang lebih tinggi. Namun, Inggris tetap berada di jajaran tim papan atas dan memiliki kekuatan yang berbeda.
Pada akhirnya, tantangan Inggris bukan sekadar mengejar gaya Spanyol. The Three Lions perlu membangun identitas sendiri dan memaksimalkan kualitas pemain yang mereka miliki.




