Prancis Ditahan Italia 1-1, Rabiot Puji Performa Donnarumma

guyonanbola.com – Timnas Prancis gagal meraih kemenangan saat menghadapi Italia dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027. Les Bleus harus puas dengan skor 1-1 dalam pertandingan Grup A1 yang berlangsung di Stade de France.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Prancis mencoba menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah. Sementara itu, Italia tampil disiplin serta mengandalkan transisi cepat untuk mengancam pertahanan tuan rumah.
Michael Olise membawa Prancis unggul pada babak kedua. Pemain Bayern Munchen itu mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-55.
Namun, Italia tidak kehilangan semangat setelah tertinggal. Alessandro Bastoni membawa Gli Azzurri menyamakan skor pada menit ke-68.
Hasil tersebut membuat Prancis tetap memimpin Grup A1 dengan tujuh poin. Belgia mengikuti dengan enam poin, sedangkan Italia mengumpulkan empat poin.
Adrien Rabiot kemudian memberikan penilaian terhadap permainan kedua tim. Gelandang Prancis itu secara khusus menyoroti penampilan Gianluigi Donnarumma yang beberapa kali menggagalkan peluang Les Bleus.
Adrien Rabiot Akui Italia Tampil Kuat
Rabiot tidak menutup mata terhadap permainan Italia dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, Gli Azzurri menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang laga.
Italia memang memberikan tekanan kepada Prancis meski bermain sebagai tim tamu. Mereka juga mampu menjaga organisasi permainan ketika Prancis meningkatkan intensitas serangan.
Rabiot melihat performa tersebut sebagai respons positif Italia setelah menjalani awal kompetisi yang tidak mudah.
Italia sebelumnya menelan kekalahan dari Belgia. Namun, mereka kemudian memperbaiki performa dengan mengalahkan Turki sebelum meraih satu poin di kandang Prancis.
Rabiot menilai Italia menunjukkan mentalitas yang kuat dalam pertandingan di Paris.
Ia juga mengakui bahwa Prancis sebenarnya menciptakan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, Donnarumma tampil sangat menentukan di bawah mistar Italia.
Donnarumma Jadi Tembok Kokoh Italia
Gianluigi Donnarumma menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut.
Kiper Italia itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting ketika Prancis meningkatkan tekanan.
Pada awal babak kedua, Donnarumma menggagalkan peluang Désiré Doué. Ia kemudian kembali merespons cepat ketika Ousmane Dembélé mencoba memanfaatkan bola muntah.
Donnarumma juga menghalau sejumlah peluang lain yang berpotensi membawa Prancis unggul lebih jauh.
Rabiot bahkan mengakui bahwa Prancis bisa saja mencetak dua atau tiga gol tambahan tanpa penampilan impresif Donnarumma.
Gelandang Prancis tersebut secara khusus mengingat salah satu peluangnya sendiri. Rabiot mengira bola akan masuk, tetapi Donnarumma bergerak cepat dan kembali menggagalkan peluang tersebut.
Menurut Rabiot, Italia beruntung memiliki penjaga gawang dengan kemampuan seperti Donnarumma.
Michael Olise Buka Keunggulan Prancis
Prancis sempat menemukan momentum pada menit ke-55.
Michael Olise memecah kebuntuan melalui skema tendangan bebas. Olise melepaskan tendangan terukur yang membawa Prancis unggul 1-0.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Les Bleus. Pasukan Zinedine Zidane kemudian berusaha menambah gol melalui tekanan tinggi.
Rabiot menjelaskan bahwa Prancis menjalankan instruksi Zidane dengan cukup baik. Para pemain mencoba menekan lawan sejak area pertahanan Italia.
Strategi tersebut membantu Prancis merebut bola lebih cepat dan menciptakan beberapa peluang.
Namun, Rabiot menilai intensitas tekanan Prancis sedikit menurun setelah mereka mencetak gol.
Situasi tersebut kemudian membuka ruang bagi Italia untuk kembali membangun serangan.
Alessandro Bastoni Selamatkan Italia
Italia akhirnya mendapatkan gol penyeimbang pada menit ke-68.
Alessandro Bastoni membaca kesalahan Prancis dengan baik. Bek Inter Milan tersebut kemudian menyelesaikan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol Bastoni membuat pertandingan kembali berjalan terbuka.
Prancis mencoba meningkatkan tekanan untuk mengejar gol kemenangan. Namun, pertahanan Italia bersama Donnarumma mampu mengatasi berbagai serangan tersebut.
Italia juga mencoba memanfaatkan beberapa situasi transisi untuk mengancam gawang Mike Maignan.
Situasi semakin sulit bagi Prancis setelah Dayot Upamecano menerima kartu merah pada fase akhir pertandingan. Les Bleus akhirnya harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain.
Meski begitu, skor 1-1 tidak berubah sampai wasit mengakhiri pertandingan.
Rabiot Lihat Banyak Hal Positif dari Prancis
Meski gagal menang, Rabiot tetap melihat perkembangan positif dalam permainan Prancis.
Ia menilai para pemain mampu menjalankan gaya permainan yang Zidane inginkan. Prancis bermain agresif saat kehilangan bola dan langsung berusaha merebut kembali penguasaan.
Rabiot juga menyoroti kerja keras lini depan.
Para penyerang tidak hanya menunggu bola untuk menciptakan peluang. Mereka ikut membantu tim ketika Prancis kehilangan penguasaan.
Menurut Rabiot, pendekatan tersebut membuat permainan Les Bleus semakin terorganisasi.
Namun, pertandingan melawan Italia juga memberikan beberapa catatan penting.
Prancis masih perlu menjaga intensitas setelah mencetak gol. Mereka tidak bisa memberikan kesempatan kepada lawan untuk membangun momentum.
Italia membuktikan hal tersebut dengan memanfaatkan kesalahan Prancis dan mencetak gol penyeimbang.
Prancis Tetap Pimpin Grup A1
Hasil imbang tidak mengubah posisi Prancis di puncak Grup A1 UEFA Nations League.
Les Bleus mengumpulkan tujuh poin setelah menjalani tiga pertandingan. Belgia berada tepat di belakang dengan enam poin.
Italia menempati posisi berikutnya dengan empat poin, sedangkan Turki masih berada di dasar grup.
Persaingan di grup tersebut masih terbuka.
Prancis akan menghadapi Belgia pada pertandingan berikutnya. Sementara itu, Italia akan menghadapi Turki.
Bagi Prancis, pertandingan melawan Italia memberikan pelajaran penting.
Pasukan Zidane mampu menciptakan banyak peluang dan mengontrol permainan dalam beberapa fase pertandingan. Namun, mereka belum mampu memaksimalkan keunggulan.




