Inggris Hancurkan Kroasia 7-0, Rekor Buruk Vatreni Tercipta

guyonanbola.com – Timnas Kroasia mengalami malam yang sangat buruk ketika menjamu Inggris dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027. Inggris tampil luar biasa dan menghancurkan tuan rumah dengan skor telak 7-0 di Rijeka, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kekalahan tersebut langsung masuk buku sejarah sepak bola Kroasia. Vatreni belum pernah kalah dengan selisih tujuh gol sejak negara itu membentuk tim nasional sendiri.
Sebelumnya, Kroasia memegang catatan kekalahan terburuk saat Spanyol menang 6-0 pada UEFA Nations League 2018. Inggris kini memperbarui catatan buruk tersebut dengan kemenangan yang jauh lebih telak.
Pasukan Thomas Tuchel menguasai pertandingan sejak menit awal. Harry Kane, Jude Bellingham, Anthony Gordon, Bukayo Saka, dan Morgan Rogers menghukum setiap kesalahan lini belakang tuan rumah.
Harry Kane Membuka Pesta Gol Inggris
Inggris langsung menunjukkan agresivitas sejak pertandingan berjalan. Mereka mengalirkan bola dengan cepat dan terus mencari ruang di belakang pertahanan Kroasia.
Harry Kane membuka keunggulan pada menit kedelapan. Jude Bellingham mengirim bola matang ke jalur pergerakan Kane. Kapten Inggris itu kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa timnya unggul 1-0.
Gol cepat tersebut membuat Inggris semakin percaya diri.
Kroasia mencoba menjaga penguasaan bola melalui lini tengah. Namun, Inggris terus memberi tekanan dan tidak memberi Luka Modric serta rekan-rekannya banyak waktu untuk membangun serangan.
Pada menit ke-21, Bellingham ikut mencatatkan namanya di papan skor. Inggris menyusun serangan panjang dengan sabar sebelum Bellingham menyelesaikan peluang dari jarak dekat.
Keunggulan 2-0 belum membuat Inggris mengurangi tekanan.
Anthony Gordon dan Bukayo Saka Membuat Kroasia Terpuruk
Anthony Gordon memperbesar keunggulan Inggris pada menit ke-39. Jarell Quansah mengirim umpan akurat menuju kotak penalti, lalu Gordon menyambar bola dengan sundulan.
Gol tersebut membuat situasi Kroasia semakin sulit.
Menjelang turun minum, Bukayo Saka ikut mencetak gol. Bellingham menusuk ke area pertahanan Kroasia sebelum mengirim bola ke arah Saka.
Winger Arsenal itu menyelesaikan peluang dengan baik dan membawa Inggris unggul 4-0 sebelum kedua tim memasuki ruang ganti.
Empat gol pada babak pertama menggambarkan besarnya dominasi Inggris.
Pasukan Thomas Tuchel memainkan sepak bola cepat, agresif, dan efisien. Inggris juga terus memanfaatkan ruang yang muncul ketika Kroasia mencoba menaikkan garis pertahanan.
Inggris Tak Berhenti pada Babak Kedua
Kroasia berharap bisa memperbaiki keadaan setelah jeda. Namun, Inggris justru mempertahankan intensitas permainan.
Kane mencetak gol keduanya pada menit ke-53. Gol itu sekaligus menambah koleksi gol sang kapten bersama tim nasional menjadi 89.
Catatan tersebut semakin memperkuat posisi Kane sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris.
Bukayo Saka kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-68. Kane ikut berperan dalam terciptanya gol tersebut.
Inggris pun unggul 6-0.
Thomas Tuchel kemudian melakukan sejumlah perubahan pemain. Namun, pergantian tersebut tidak mengurangi ancaman Inggris.
Morgan Rogers menutup pesta gol pada menit ke-87. Bellingham mengirim umpan yang membuka ruang bagi Rogers, lalu sang pemain melewati Dominik Livakovic sebelum mengirim bola ke gawang.
Skor 7-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Jude Bellingham Jadi Motor Serangan Inggris
Walaupun Kane dan Saka sama-sama mencetak dua gol, Jude Bellingham memainkan peran besar dalam kemenangan Inggris.
Gelandang Real Madrid itu mencetak satu gol serta menciptakan tiga assist. Ia terus bergerak di antara lini tengah dan pertahanan Kroasia.
Bellingham juga membantu Inggris mengatur tempo pertandingan.
Permainannya membuat Kroasia kesulitan menentukan pemain yang harus mereka jaga. Ketika Kroasia menekan Bellingham, pemain Inggris lain mendapatkan ruang.
Thomas Tuchel memanfaatkan kualitas tersebut dengan sangat baik.
Kane bergerak turun untuk menarik bek. Saka dan Gordon menyerang ruang dari sisi lapangan. Bellingham kemudian memanfaatkan area kosong yang muncul di tengah.
Pola tersebut membuat pertahanan Kroasia terus kehilangan bentuk.
Kroasia Catat Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah
Skor 0-7 membawa dampak lebih besar daripada sekadar kehilangan tiga poin.
Kroasia mencatat kekalahan terbesar sepanjang sejarah tim nasional mereka.
Sebelum pertandingan ini, kekalahan 0-6 dari Spanyol pada September 2018 menjadi hasil terburuk Vatreni. Spanyol mencatat hasil itu pada UEFA Nations League 2018/2019.
Inggris sekarang mengambil tempat dalam catatan kelam Kroasia dengan kemenangan tujuh gol tanpa balas.
Hasil tersebut terasa sangat menyakitkan karena Kroasia mengalami kekalahan di negaranya sendiri.
Kroasia selama bertahun-tahun memiliki reputasi sebagai salah satu tim paling kompetitif di Eropa. Mereka mencapai final Piala Dunia 2018 dan menempati posisi ketiga pada Piala Dunia 2022.
Namun, pertandingan melawan Inggris memperlihatkan masalah yang harus segera mereka selesaikan.
Lini belakang Kroasia kesulitan menghadapi kecepatan lawan. Lini tengah juga gagal menghentikan pergerakan Bellingham dan para pemain depan Inggris.
Inggris Semakin Percaya Diri Bersama Thomas Tuchel
Sebaliknya, kemenangan besar tersebut memberi dorongan penting kepada Inggris.
Tim asuhan Thomas Tuchel kini mencatat kemenangan terbesar selama pelatih asal Jerman tersebut menangani Three Lions. Inggris juga meraih kemenangan kedua dari tiga pertandingan awal mereka di grup Nations League.
Tuchel menunjukkan bahwa Inggris memiliki banyak pilihan dalam menyerang.
Kane tetap menjadi ujung tombak utama. Saka terus memberi ancaman dari sisi kanan. Gordon menghadirkan kecepatan, sementara Bellingham mampu menciptakan peluang dari lini kedua.
Para pemain muda juga memberikan kontribusi penting.
Alex Scott mendapatkan kesempatan sebagai starter dan ikut membantu Inggris mengontrol lini tengah. Morgan Rogers kemudian masuk dari bangku cadangan serta langsung mencetak gol.
Kedalaman skuad tersebut memberi Tuchel banyak pilihan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Kekalahan yang Sulit Kroasia Lupakan
Kroasia tentu ingin segera melupakan pertandingan ini. Namun, skor 0-7 akan tetap tercatat dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Mereka tidak hanya kehilangan tiga poin. Inggris juga meruntuhkan reputasi kuat Kroasia lewat tujuh gol tanpa balas.
Kroasia harus segera memperbaiki pertahanan, meningkatkan intensitas permainan, dan menemukan keseimbangan antara pemain senior dengan generasi baru.
Sementara itu, Inggris meninggalkan Rijeka dengan kepercayaan diri tinggi.
Kane dan Saka tampil tajam. Bellingham mengendalikan permainan. Gordon serta Rogers ikut menyumbang gol.




