5 Kandidat Pelatih Juventus Pengganti Spalletti, Deschamps hingga Eks AC Milan

guyonanbola.com – Juventus menghadapi tantangan besar pada musim 2026/2027. Kekalahan 0-2 dari Genoa pada 28 Oktober 2026 memicu kembali perdebatan mengenai masa depan Luciano Spalletti. Performa Bianconeri belum menunjukkan konsistensi yang manajemen harapkan.
Hasil tersebut membuat Juventus semakin kesulitan mengejar para pesaing di papan atas Serie A. Permainan yang kurang meyakinkan juga memicu kekhawatiran pendukung terhadap arah perkembangan tim.
Manajemen Juventus kini menghadapi pilihan penting. Mereka bisa memberi Spalletti kesempatan untuk memperbaiki keadaan atau mulai menyiapkan calon pengganti jika hasil pertandingan berikutnya tidak membaik.
Sejumlah media Italia menyebut lima nama yang menarik perhatian dalam pembahasan tersebut. Mereka adalah Antonio Conte, Didier Deschamps, Stefano Pioli, Simone Inzaghi, dan Francesco Farioli.
Meski begitu, Juventus belum mengumumkan pergantian pelatih secara resmi. Karena itu, para kandidat tersebut masih sebatas nama yang muncul dalam laporan media, bukan pelatih yang sudah menerima penunjukan dari klub.
1. Antonio Conte, Kandidat dengan Ikatan Kuat Bersama Juventus
Antonio Conte menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian pendukung Juventus. Ia memiliki sejarah panjang bersama klub Turin tersebut, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Conte membela Juventus pada 1991 hingga 2004. Setelah itu, ia memimpin Bianconeri pada 2011 hingga 2014 dan membawa klub meraih tiga gelar Serie A secara beruntun.
Karakter Conte yang tegas menjadi salah satu keunggulannya. Ia menuntut kedisiplinan tinggi, intensitas permainan, dan komitmen kuat dari setiap pemain.
Juventus membutuhkan sosok yang mampu mengembalikan mental kompetitif tim. Pengalaman Conte bersama klub juga bisa membantunya memahami tekanan dari pendukung dan tuntutan manajemen.
Namun, Conte masih memiliki komitmen bersama Napoli. Juventus perlu mempertimbangkan situasi kontrak dan kesediaan kedua pihak sebelum membuka peluang reuni.
2. Didier Deschamps, Mantan Pelatih Juventus dan Timnas Prancis
Didier Deschamps juga masuk dalam pembahasan mengenai calon pelatih Juventus. Ia pernah menangani Bianconeri pada musim 2006/2007 dan membantu klub melewati periode sulit setelah skandal Calciopoli.
Nama Deschamps semakin terkenal berkat keberhasilannya bersama tim nasional Prancis. Ia membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencapai final pada edisi 2022.
Pengalaman tersebut menunjukkan kemampuannya mengelola pemain dengan karakter berbeda. Deschamps juga terbiasa menghadapi tekanan tinggi dalam turnamen besar.
Juventus bisa mempertimbangkan Deschamps jika klub membutuhkan pelatih berpengalaman dengan hubungan historis bersama Bianconeri.
Laporan media Italia turut menyebut kemungkinan ketersediaannya setelah masa tugasnya bersama timnas Prancis berakhir pada 2026. Meski demikian, belum ada pengumuman resmi yang memastikan Juventus akan menunjuknya.
3. Stefano Pioli, Mantan Pelatih AC Milan
Stefano Pioli menjadi opsi lain yang menarik bagi Juventus. Pelatih asal Italia ini memiliki pengalaman panjang di Serie A dan pernah menangani sejumlah klub besar.
Pioli mencapai salah satu keberhasilan terbesar dalam kariernya saat memimpin AC Milan. Ia membawa Rossoneri menjuarai Serie A musim 2021/2022 dan mengakhiri penantian panjang klub untuk kembali meraih gelar liga.
Pengalaman tersebut dapat membantu Pioli menghadapi tekanan di Juventus. Ia memahami karakter kompetisi Italia dan memiliki kemampuan membangun organisasi permainan yang seimbang.
Pioli juga bisa menjadi pilihan jika Juventus menginginkan pelatih yang langsung memahami kebutuhan sepak bola domestik. Pengalamannya di Milan memberikan gambaran mengenai cara mengelola skuad dengan ekspektasi tinggi.
Namun, manajemen tetap perlu mengevaluasi apakah pendekatan taktik Pioli cocok dengan komposisi pemain Juventus saat ini. Klub juga harus memastikan bahwa pergantian pelatih benar-benar menyelesaikan masalah permainan, bukan sekadar mengganti sosok di pinggir lapangan.
4. Simone Inzaghi, Opsi untuk Proyek Jangka Panjang
Simone Inzaghi memiliki rekam jejak yang kuat bersama Inter Milan. Ia membawa Nerazzurri menjuarai Serie A musim 2023/2024 dan mencapai dua final Liga Champions.
Inzaghi dikenal dengan sistem permainan yang terorganisasi. Ia sering menggunakan tiga bek tengah, mengoptimalkan peran wing-back, dan mengatur pergerakan pemain agar tim mampu membangun serangan secara efektif.
Juventus bisa melihat Inzaghi sebagai pilihan untuk proyek jangka panjang. Pengalamannya bersaing di Italia dan Eropa menjadi modal penting jika klub ingin kembali mengejar gelar besar.
Namun, Inzaghi saat ini menangani Al-Hilal di Arab Saudi. Juventus harus mempertimbangkan kontrak dan biaya yang mungkin muncul jika ingin membawanya kembali ke Italia.
Karena itu, peluang Inzaghi perlu melihat rencana waktu perekrutan. Ia bisa menjadi opsi untuk proyek musim berikutnya, tetapi proses tersebut memerlukan negosiasi yang matang.
5. Francesco Farioli, Pelatih dengan Pendekatan Modern
Francesco Farioli menjadi kandidat yang menawarkan pendekatan berbeda. Pelatih asal Italia ini dikenal mengutamakan penguasaan bola, pembangunan serangan dari lini belakang, dan pressing yang terkoordinasi.
Farioli pernah menangani Nice dan Ajax sebelum melanjutkan karier bersama Porto. Pengalamannya di berbagai kompetisi Eropa memperkaya pendekatan taktik yang ia gunakan.
Juventus bisa mempertimbangkan Farioli jika ingin membangun identitas permainan untuk beberapa musim ke depan. Ia menawarkan pendekatan modern yang menekankan struktur tim dan pemahaman posisi pemain.
Namun, menangani Juventus membutuhkan kesiapan menghadapi tekanan besar. Pendukung mengharapkan hasil positif, sedangkan manajemen menginginkan perkembangan yang sejalan dengan target klub.
Kontrak Farioli bersama Porto juga menjadi faktor penting. Juventus perlu menilai kemungkinan negosiasi sebelum mempertimbangkannya sebagai pengganti Spalletti.
Tiga Pertandingan Penting bagi Masa Depan Juventus
Juventus perlu segera memperbaiki performa untuk meredakan tekanan terhadap Spalletti. Pertandingan melawan Napoli pada 1 November, AZ Alkmaar pada 5 November, dan Fiorentina pada 8 November 2026 menjadi rangkaian ujian penting bagi Bianconeri.
Spalletti perlu menunjukkan perubahan nyata melalui hasil dan kualitas permainan. Juventus juga membutuhkan respons kuat dari para pemain setelah kekalahan dari Genoa.
Manajemen harus menilai beberapa aspek sebelum mengambil keputusan. Mereka perlu melihat organisasi pertahanan, produktivitas serangan, mental pemain, dan kemampuan tim menjaga konsistensi.
Pergantian pelatih memang bisa membawa suasana baru. Namun, langkah tersebut juga menuntut waktu adaptasi dan berpotensi mengubah rencana permainan yang sudah berjalan.
Jika Spalletti mampu memperbaiki hasil, Juventus memiliki alasan untuk melanjutkan proyeknya. Sebaliknya, hasil buruk yang berulang dapat memperbesar tekanan agar manajemen mempertimbangkan pilihan lain.
Siapa yang Paling Cocok Menggantikan Luciano Spalletti?
Kelima kandidat memiliki keunggulan berbeda. Conte menawarkan pengalaman dan ikatan emosional dengan Juventus. Deschamps membawa pengalaman internasional, sedangkan Pioli memiliki rekam jejak kuat di Serie A.
Inzaghi menawarkan pengalaman bersaing di level tertinggi Eropa. Sementara itu, Farioli bisa menarik bagi manajemen yang ingin membangun identitas permainan modern untuk jangka panjang.
Pilihan Juventus akan bergantung pada kebutuhan tim dan rencana klub. Jika manajemen membutuhkan perubahan cepat, pengalaman di Serie A dapat menjadi pertimbangan utama. Namun, jika Juventus ingin membangun proyek jangka panjang, filosofi permainan dan kemampuan mengembangkan skuad juga penting.
Untuk saat ini, Spalletti masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki situasi. Juventus perlu mengevaluasi hasil pertandingan berikutnya sebelum mengambil keputusan besar.
Kesimpulan: Antonio Conte, Didier Deschamps, Stefano Pioli, Simone Inzaghi, dan Francesco Farioli menjadi lima nama yang masuk dalam pembahasan calon pelatih Juventus. Namun, belum ada keputusan resmi mengenai pergantian Spalletti. Performa Bianconeri dalam pertandingan mendatang akan menjadi salah satu faktor penting bagi arah klub pada musim 2026/2027.




