Siapa Bisa Hentikan Spanyol? La Roja Perpanjang Rekor 41 Laga

guyonanbola.com – Timnas Spanyol kembali menunjukkan kekuatan mereka di panggung sepak bola internasional. La Roja terus menjaga performa impresif setelah meraih kemenangan atas Inggris dan Kroasia dalam lanjutan UEFA Nations League 2026.
Tim asuhan Luis de la Fuente mengalahkan Inggris dengan skor 3-2 di Wembley pada 26 September 2026. Selanjutnya, Spanyol menghajar Kroasia 4-1 di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla, pada 29 September 2026.
Dua kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 41 pertandingan. Catatan ini menunjukkan konsistensi mereka sejak terakhir kali menelan kekalahan dari Kolombia pada Maret 2024.
Selain itu, Spanyol juga mempertahankan posisi puncak Grup A3 UEFA Nations League dengan enam poin dari dua pertandingan.
Lamine Yamal kembali menjadi sorotan. Penyerang Barcelona tersebut mencetak dua gol saat menghadapi Kroasia setelah sebelumnya ikut menyumbang gol ke gawang Inggris.
Performa tersebut membuat pertanyaan mengenai dominasi Spanyol kembali muncul. Siapa yang mampu menghentikan laju La Roja?
Spanyol Perpanjang Rekor 41 Pertandingan Tanpa Kekalahan
Spanyol terus menjaga konsistensi sejak menjuarai Euro 2024. Mereka kemudian melanjutkan performa tersebut hingga meraih gelar Piala Dunia 2026.
Kini, La Roja kembali menunjukkan kualitas mereka dalam persaingan UEFA Nations League.
Kemenangan atas Inggris menjadi ujian penting. Pasalnya, Inggris memiliki banyak pemain berkualitas dan tampil di hadapan pendukung sendiri.
Namun, Spanyol mampu mengatasi tekanan tersebut. Mereka mencetak tiga gol dan mengamankan kemenangan 3-2.
Tiga hari kemudian, Spanyol menghadapi Kroasia. Kali ini, mereka tampil lebih tajam dan mencetak empat gol.
Catatan tersebut memperlihatkan kemampuan Spanyol menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Selain mengandalkan penguasaan bola, Spanyol juga mampu memanfaatkan kecepatan pemain depan. Kombinasi tersebut membuat lawan harus bekerja keras sepanjang pertandingan.
Lamine Yamal Jadi Motor Serangan La Roja
Lamine Yamal kembali memperlihatkan peran penting dalam permainan Spanyol.
Pemain muda Barcelona itu membuka keunggulan ketika menghadapi Inggris di Wembley. Ia memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan untuk mencetak gol cepat.
Selanjutnya, Yamal kembali mencatatkan kontribusi penting saat Spanyol menghadapi Kroasia.
Ia mencetak gol pada menit kedua dan memberikan assist untuk gol Marc Pubill. Pada babak kedua, Yamal kembali membobol gawang Kroasia melalui penyelesaian akurat.
Dua gol tersebut membantu Spanyol meraih kemenangan 4-1.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberanian Yamal menghadapi pemain bertahan menjadi bagian penting dalam serangan La Roja.
Namun, Spanyol tidak hanya mengandalkan satu pemain. Mereka juga memiliki Nico Williams, Pedri, Rodri, dan sejumlah pemain lain yang mampu menciptakan peluang.
Kombinasi tersebut membuat serangan Spanyol memiliki banyak variasi.
Luis de la Fuente Bangun Kekuatan Kolektif
Pelatih Luis de la Fuente memiliki peran penting dalam perkembangan Spanyol.
Ia menggabungkan pemain muda dengan sejumlah pemain berpengalaman. Perpaduan tersebut membantu Spanyol menjaga keseimbangan antara kreativitas dan kedisiplinan.
Rodri menjadi salah satu pemain penting dalam mengatur permainan dari lini tengah. Sementara itu, Pedri membantu tim menghubungkan pertahanan dengan lini serang.
Di sisi lain, Yamal dan Nico Williams memberikan ancaman melalui kecepatan dari sisi sayap.
De la Fuente juga menunjukkan fleksibilitas ketika menghadapi lawan berbeda.
Saat melawan Inggris, Spanyol mengandalkan efektivitas serangan dan memanfaatkan kesalahan lawan. Kemudian, mereka mengontrol pertandingan melawan Kroasia melalui kombinasi umpan dan pergerakan pemain.
Perubahan tersebut menunjukkan variasi pendekatan yang Spanyol gunakan dalam pertandingan.
Inggris Sempat Memberikan Perlawanan Sengit
Kemenangan Spanyol atas Inggris tidak berjalan mudah.
Inggris sempat tertinggal melalui gol cepat Yamal. Namun, Anthony Gordon menyamakan kedudukan pada menit ke-36.
Harry Kane kemudian membawa Inggris unggul 2-1 melalui sundulan.
Situasi tersebut memberikan tekanan kepada Spanyol. Akan tetapi, tim asuhan De la Fuente tetap menjaga ketenangan.
Alex Baena menyamakan skor pada menit ke-60. Selanjutnya, Mikel Oyarzabal mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-74.
Inggris sebenarnya memiliki peluang memperbesar keunggulan melalui penalti Harry Kane. Namun, Kane gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.
Hasil ini memperlihatkan kemampuan Spanyol merespons tekanan dan menjaga efektivitas serangan.
Kroasia Juga Kesulitan Menghentikan Spanyol
Kroasia menjadi korban terbaru ketajaman La Roja.
Spanyol langsung membuka keunggulan melalui Yamal pada awal pertandingan. Namun, Kroasia sempat menyamakan skor melalui Dion Beljo pada menit ke-28.
Marc Pubill kemudian membawa Spanyol kembali unggul sebelum babak pertama berakhir.
Pada paruh kedua, Yamal mencetak gol keduanya. Nico Williams lalu menutup kemenangan 4-1 melalui gol pada menit ke-88.
Hasil ini memperlihatkan kemampuan Spanyol menjaga intensitas permainan.
Kroasia memiliki pemain berpengalaman seperti Luka Modric. Namun, mereka kesulitan menghadapi kombinasi kecepatan dan kreativitas lini serang Spanyol.
Inggris, Prancis, dan Argentina Punya Pengalaman Menghadapi Spanyol
Dominasi Spanyol tidak berarti mereka selalu menang tanpa kesulitan.
Inggris mampu mencetak dua gol di Wembley. Bahkan, The Three Lions sempat unggul sebelum Spanyol membalikkan keadaan.
Prancis juga pernah memberikan perlawanan sengit dalam semifinal UEFA Nations League 2025. Spanyol menang 5-4 dalam pertandingan yang menghadirkan banyak gol.
Sementara itu, Argentina menghadapi Spanyol dalam final Piala Dunia 2026. La Roja keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa sejumlah tim mampu memberikan tekanan kepada Spanyol.
Namun, setiap lawan membutuhkan pendekatan berbeda untuk menghadapi gaya bermain La Roja.
Tantangan Spanyol Berikutnya Ada pada Konsistensi
Spanyol kini memimpin Grup A3 dengan enam poin.
Inggris dan Kroasia sama-sama mengoleksi tiga poin. Sementara itu, Republik Ceko belum meraih angka setelah dua pertandingan.
Spanyol selanjutnya menghadapi Republik Ceko pada 3 Oktober 2026 di Oviedo. Setelah itu, mereka akan menjalani pertandingan melawan Kroasia pada 6 Oktober.
Jadwal tersebut menjadi kesempatan bagi De la Fuente untuk menjaga momentum sekaligus mengevaluasi kondisi pemain.
Alejandro Grimaldo mengalami masalah pada otot paha depan. Rodri juga sempat merasakan ketidaknyamanan fisik setelah pertandingan melawan Kroasia.
Karena itu, tim pelatih perlu memperhatikan kebugaran pemain menjelang laga berikutnya.
Selain kondisi fisik, Spanyol juga perlu menjaga konsentrasi. Kesalahan kecil dapat mengubah jalannya pertandingan, terutama ketika menghadapi tim dengan kualitas serangan tinggi.
Siapa yang Bisa Menghentikan Spanyol?
Spanyol saat ini memiliki kombinasi pemain muda, pengalaman, kreativitas, dan kedisiplinan taktik.
Namun, rekor panjang tanpa kekalahan tidak menjamin mereka selalu meraih kemenangan.
Inggris sudah menunjukkan bahwa lawan dapat menciptakan tekanan melalui serangan cepat. Sementara itu, Prancis dan Argentina juga pernah menghadirkan pertandingan ketat melawan La Roja.
Tantangan berikutnya bagi tim De la Fuente adalah menjaga konsistensi ketika menghadapi jadwal padat dan lawan dengan strategi berbeda.
Dengan rekor 41 pertandingan tanpa kekalahan, Spanyol terus menarik perhatian dunia sepak bola.




