Pochettino Tuntut Premier League Cabut Gelar Chelsea 2016/2017, Tottenham Layak Jadi Juara

guyonanbola.com – Mauricio Pochettino kembali memanaskan rivalitas antara Tottenham Hotspur dan Chelsea. Mantan pelatih kedua klub London tersebut meminta Premier League mengambil langkah tegas terhadap gelar Chelsea musim 2016/2017.
Pochettino menilai Tottenham pantas menerima gelar tersebut. Spurs finis sebagai runner-up pada musim itu ketika Chelsea keluar sebagai juara.
Chelsea mengakhiri kompetisi dengan 93 poin. Tottenham mengejar mereka dengan 86 poin. Selisih tujuh angka akhirnya membawa tim asuhan Antonio Conte menuju trofi Premier League.
Namun, hampir satu dekade kemudian, Pochettino mempertanyakan kembali hasil tersebut. Ia mengaitkan tuntutannya dengan pelanggaran aturan yang muncul dari periode kepemilikan Roman Abramovich.
Pochettino merasa pelanggaran tersebut merusak prinsip persaingan yang setara. Karena itu, ia ingin Premier League mencabut gelar Chelsea dan menyerahkannya kepada Tottenham.
Pochettino Merasa Tottenham Tidak Mendapat Persaingan Setara
Pochettino membawa Tottenham menjalani salah satu musim terbaik mereka pada era Premier League. Spurs hanya menelan empat kekalahan sepanjang musim 2016/2017.
Tottenham juga mencatatkan 86 poin. Angka itu menjadi pencapaian luar biasa bagi Spurs pada era Premier League saat Pochettino memimpin klub.
Namun, Chelsea tampil lebih konsisten dan mengumpulkan 93 poin. Antonio Conte membawa The Blues mendominasi liga lewat sistem permainan 3-4-3 yang sangat efektif.
Kini Pochettino melihat persaingan tersebut dari sudut berbeda.
Menurut pelatih asal Argentina itu, setiap klub harus mengikuti aturan yang sama sejak awal musim. Ia merasa pelanggaran Chelsea menciptakan kondisi persaingan yang tidak seimbang.
Pochettino juga menilai Tottenham mungkin bisa mengambil keputusan berbeda dalam membangun skuad apabila semua klub bergerak dengan aturan yang sama.
Karena alasan tersebut, ia merasa Tottenham layak mendapatkan pengakuan sebagai juara.
Pelanggaran Chelsea Memicu Tuntutan Pochettino
Kasus ini bermula ketika pemilik baru Chelsea menemukan informasi mengenai potensi pelanggaran dari periode sebelumnya. Manajemen baru kemudian melaporkan temuan tersebut kepada otoritas sepak bola.
Premier League kemudian melakukan investigasi terhadap aktivitas klub dalam beberapa periode.
Otoritas liga menemukan pembayaran yang tidak tercatat kepada pemain, agen tanpa registrasi, serta pihak ketiga antara 2011 dan 2018.
Chelsea kemudian menerima denda total £10,75 juta dari dua proses disipliner Premier League. Liga juga memberi klub larangan transfer akademi selama sembilan bulan serta larangan transfer tim utama selama satu tahun dengan masa penangguhan dua tahun.
FA juga menangani perkara lain yang berkaitan dengan regulasi agen, perantara, dan investasi pihak ketiga.
FA mencatat 74 pelanggaran dalam kasus tersebut. Chelsea mengakui seluruh pelanggaran sebelum proses sidang.
FA kemudian mengenakan denda £10 juta. Setelah proses banding, badan banding mengganti ancaman pengurangan enam poin dengan larangan registrasi selama dua jendela transfer yang memiliki masa penangguhan hingga Juni 2027.
Rangkaian hukuman tersebut kemudian memperkuat argumentasi Pochettino.
Pochettino Ingin Tottenham Mendapat Gelar Premier League
Pochettino tidak sekadar meminta hukuman tambahan untuk Chelsea. Ia secara terang-terangan ingin Tottenham menerima gelar Premier League 2016/2017.
Menurut Pochettino, Tottenham menempati posisi kedua sehingga Spurs harus mendapat keuntungan apabila otoritas membatalkan status juara Chelsea.
Ia menekankan pentingnya aturan yang sama untuk setiap peserta.
Pochettino juga tidak menyangkal kualitas permainan Chelsea pada musim tersebut. Chelsea memenangkan pertandingan dan mengumpulkan poin yang membawa mereka menuju puncak klasemen.
Namun, Pochettino melihat persoalan aturan sebagai masalah berbeda.
Ia berpendapat bahwa pelanggaran terhadap regulasi harus membawa konsekuensi yang sesuai. Karena itu, denda finansial menurut pandangannya belum menjawab persoalan mengenai keadilan kompetisi.
Komentar tersebut langsung memicu perdebatan besar di Inggris.
Sebagian pihak melihat argumen Pochettino memiliki dasar moral. Namun, pihak lain menilai perubahan hasil kompetisi hampir satu dekade kemudian akan menciptakan persoalan baru.
Chelsea Mendominasi Premier League 2016/2017
Chelsea memang tampil sangat kuat pada musim tersebut.
Antonio Conte membawa perubahan besar setelah mengubah struktur permainan tim. Sistem tiga bek membantu Chelsea membangun keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
The Blues kemudian mencatatkan rentetan kemenangan yang membuat mereka semakin sulit terkejar.
Diego Costa memberikan ancaman utama di lini depan. Eden Hazard juga memainkan peran besar melalui kreativitas dan kecepatannya.
N’Golo Kante menjaga keseimbangan lini tengah. Sementara itu, pemain seperti Cesar Azpilicueta, David Luiz, Marcos Alonso, dan Pedro memberikan kontribusi penting sepanjang musim.
Tottenham tetap memberikan perlawanan hingga akhir.
Harry Kane memimpin lini depan Spurs. Dele Alli, Christian Eriksen, Son Heung-min, Mousa Dembele, dan sejumlah pemain lain membantu Tottenham memainkan sepak bola agresif.
Spurs bahkan memiliki catatan pertahanan yang sangat kuat.
Namun, Chelsea mempertahankan keunggulan mereka dan menutup musim dengan selisih tujuh poin.
Hubungan Pochettino dengan Chelsea Membuat Pernyataannya Semakin Menarik
Pernyataan Pochettino menarik perhatian karena ia pernah menangani Chelsea.
Pochettino melatih Tottenham dari 2014 sampai 2019. Setelah meninggalkan Spurs, ia kemudian melatih Paris Saint-Germain sebelum kembali ke Inggris.
Chelsea menunjuk Pochettino sebagai pelatih pada musim 2023/2024.
Karena itu, ia mengenal Tottenham dan Chelsea dari dalam.
Namun, pengalaman bersama Chelsea tidak membuat Pochettino mengubah pendapatnya mengenai musim 2016/2017.
Ia tetap melihat Tottenham sebagai tim yang pantas menerima gelar apabila otoritas menghapus pencapaian Chelsea.
Pochettino kini menangani tim nasional Amerika Serikat. Meski begitu, ikatannya dengan Tottenham masih terlihat kuat.
Tottenham Bisa Mendapat Gelar Premier League Pertama Era Modern
Apabila otoritas sepak bola mengikuti tuntutan Pochettino, Tottenham akan mencatat sejarah besar.
Spurs terakhir kali menjuarai kasta tertinggi sepak bola Inggris pada musim 1960/1961.
Gelar musim 2016/2017 tentu akan mengubah catatan sejarah klub secara signifikan.
Namun, tuntutan Pochettino belum otomatis mengubah klasemen atau daftar juara.
Komentarnya saat ini lebih mencerminkan tuntutan pribadi berdasarkan pandangannya terhadap prinsip keadilan dalam kompetisi.
Perdebatan pun kemungkinan terus berkembang. Kasus Chelsea menyentuh isu besar mengenai bagaimana sepak bola menghukum pelanggaran historis tanpa mengacaukan catatan kompetisi yang sudah lama berakhir.




